RSS

Islam Bisa Menjadi Solusi Ekonomi

14 May

Bandung, UPI

Perekonomian di Indonesia yang semakin terpuruk, akibat merajalelanya korupsi dan suap. Hukum bisa dibeli dengan uang. Apakah fenomena ini diakibatkan oleh sistem yang tidak baik atau orang yang menjalankan sistem tersebut yang tidak bertanggung jawab? Lalu apakah Islam dengan syariatnya bisa menjadi solusi dan menjawab segala permasalahan bangsa ini?

Demikian, antara lain isu yang mencuat dalam diskusi pada focus group discussion (FGD) Pusat Kajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (PKPEI) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (FPEB UPI) berjudul “Ketidaksempurnaan Sistem yang ada, bagaimana mencari solusinya” di Bandung, Rabu (23/3).

FGD PKPEI merupakan wadah bagi mahasiswa maupun dosen untuk mengkaji permasalahan bangsa terutama dalam bidang ekonomi dan memberikan solusi yang terbaik bagi bangsa. Diskusi yang dihadiri oleh utusan berbagai perguruan tinggi antara lain ITB, Unpad serta UPI dibuka oleh Dekan FPEB Dr. Edi Suryadi. M.Pd. bertempat di Ruang Diskusi Dekan FPEB UPI.

Edi, memaparkan dalam sambutanya bahwa diskusi ini tidak hanya mengembangkan aspek pengetahuan, tapi hasil dari diskusi ini akan disampaikan kepada pemangku kepentingan sebagai masukan ataupun solusi. “Diskusi ini membahas isu yang kontemporer,  permasalahan yang terjadi sekarang ini bukan hanya untuk kita ketahui melainkan hasil dari diskusi ini akan menjadi masukan untuk bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan diskusi ini akan terus diadakan, meskipun hanya sekali dalam sebulan.   Diskusi yang menghadirkan empat narasumber yaitu dari pakar ekonomi Dr. Arim Nashim, pakar pendidikan Dr. Djohar Permana, pakar politik Dr. Cecep Darmawan dan pengamat pendidikan Unpad Fahmi Lukman.

Diungkapkan, saat ini Indonesia telah menerapkan sistem perekonomian berbasis Islam, akan tetapi belum banyak memberikan manfaat yang besar bagi rakyat. “Dalam dunia ekonomi munculnya bank syariah di Indonesia ini belum bisa menyejahterakan rakyat padahal berbasis Islam,” ujar pakar ekonomi UPI, Arim Nashim.

Dalam memaparkan materinya, Arim mengatakan, Islam itu kaffah (komprehensif), tidak hanya segi ekonominya, tapi juga meliputi aspek hukum, politik, budaya, pendidikan dll. Semua harus berlandaskan syariah. Maka apabila segala aspek sudah berlandaskan syariah akan terwujud bangsa yang sejahtera.

Pakar pendidikan UPI, Djohar Permana mengungkapkan bahwa permasalahan yang terjadi sekarang ini sudah sangat besar. Ia memberikan sebuah solusi, bahwa  perlunya pencerdasan bagi bangsa kemudian dengan mendoakan para pemimpin oleh rakyatnya begitu pula pemimpin mendoakan rakyatnya. Sikap ini akan menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang di antara pemimpin dan yang dipimpin.

Dr. Cecep Darmawan pakar politik memberikan pandangan bahwa ada dua komponen yang menyebabkan ketidakstabilan dalam menjalankan pemerintahan yaitu tidak mampu melindungi warganya dan hak warganya tidak terpenuhi baik dalam maupun luar negeri.

Sedangkan pakar pendidikan dari Unpad menjelaskan bahwa kegagalan pendidikan saat ini diakibatkan oleh kekeliruan paradigma pendidikan yang menimbulkan asas pendidikan sekuler-liberal serta kelemahan fungsional pada tiga pelaksanaan pendidikan yang menimbulkan tidak adanya sinergi ideal antara sekolah, keluarga dan masyarakat.

Dosen Pendidikan Agama Islam. Prof.Dr. Abdul Somad. M.Pd. memberikan tanggapan bahwa untuk menjadi negara yang baik itu ada empat, yaitu ilmunya cendikiawan, pemimpin yang adil, dermawannya hartawan dan doanya para fuqaha dan masakin. “Seandainya keempat sifat tersebut melekat pada bangsa Indonesia maka akan terwujud negara Indonesia yang Baldatun Thoyibatin Wa Rabbun Ghafur,” ujarnya.

Source: UPI

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: