RSS

Ini nih…Buat Repot Polisi dan Orangtua, Mengaku-ngaku Diculik Padahal tidak

19 May

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Dua remaja Novi (24) dan Erna (15) warga Kampung Nanggewer Mekar, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor telah membuat heboh kepolisian. Mereka mengirim pesan berisi telah diculik sindikat.

“Setelah keduanya kita periksa, mereka mengaku tidak ada aksi penculikan, semuanya hanya direkayasa oleh Novi karena takut ketahuan orang tuanya bahwa mereka sebenarnya pergi ke Tegal,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor, AKP Imron Ernawan di Mapolres Bogor, Kamis (19/5).

Imron menuturkan, Novi nekad berbohong kepada orang tuanya, dengan mengaku telah diculik oleh sindikat penjualan orang di Jalan Raya Jakarta-Bogor dan akan dijual ke luar negeri dengan harga Rp25 juta per orang. Imron menceritakan, kronologi perjalanan Novi dan Erna dimulai Sabtu (14/5) pamit dan pergi meninggalkan rumah pukul 10.0 WIB.

Dalam perpejalanan, pada pukul 11.00 WIB Novi dan Erna bertemu TG teman dekat Novi yang saat itu berpamitan kepada Novi untuk pulang ke Tegal. Setelah ditinggalkan TG, Novi berniat menyusul ke Tegal. Ia pun membeli tiket bus jurusan Tegal.

Keduanya mendapat tiket keberangkatan pukul 19.00 WIB. Sebelum pergi menuju Tegal, kedua remaja sempat berkaraoke di ITC Cibinong sampai pukul 18.30 WIB.

“Pada saat itu, Novi mengirim pesan singkat kepada Ega tunangannya bahwa dirinya telah diculik. Pesan itupun disampaikan Ega ke Titin Kartini orang tua Novi, yang langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi,” kata Imron.

Mendapatkan laporan dari orang tua korban, anggota Polres Bogor melakukan pengembangan selama tiga hari hingga mendapatkan informasi tentang keberadaan Novi di Tegal.

Warga menduga keduanya menjadi korban penculikan setelah keduanya mengaku pada warga. Untuk meyakinkan warga, sebelumnya Novi merobek bajunya dan menyuruh Erna untuk melumuri bajunya dengan lumpur seolah-olah baru lari dari penculikan.

Oleh warga, penemuan ke dua gadis langsung dilaporkan ke Mapolsek Cibitung. Setelah mendapat laporan dari Polsek Cibitung keduanya mengaku warga Bogor dan Polres Bogor melakukan pengecekan ke lokasi untuk menjemput keduanya.

“Keduanya kini sudah kita amankan di Mapolres, saat ini masih kita lakukan pengembangan motif apa yang membuat mereka berbohong,” kata Imron.

Imron menegaskan, bahwa berita yang menyebutkan keduanya adalah korban penculikan, 100 persen adalah kebohongan. Karena keduanya tidak diculik, melainkan pergi ke Tegal untuk menemui kekasihnya.

Imron mengatakan, untuk sementara ini keduanya masih diamankan di Mapolres untuk dimintai keterangannya. Menurut Imron, keduanya akan diberi sanksi moral karena ulahnya telah membohongi keluarganya.

“Belum ada pasal yang bisa menjerat keduanya, karena laporan yang masuk benar mereka melaporkan adanya aksi penculikan. Tapi semua rekayasa. Untuk saat ini kasus diselesaikan secara kekeluargaan saja,” kata Imron.

“Saya sudah diingatkan jangan ketemu pria lain. Tapi saya juga bingung kenapa tiba-tiba pergi ke Tegal. Makanya saya takut dimarahi orang tua, saya bohong,” katanya. Setelah mengakui kesalahannya, Novi mengaku dan minta maaf sudah berbohong kepada orang tua, pacar dan juga warga.

 
Leave a comment

Posted by on May 19, 2011 in Kabar Terkini, Nasional

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: